Apakah Menikah Itu Sulit? Cek Faktanya!

Kebanyakan para single berpikiran bahwa menikah itu sulit. Karena sebelumnya mereka dihantui oleh curhatan teman-teman dan lingkungan sekitar tentang rumitnya kehidupan pernikahan. Lalu, seperti apakah kehidupan pernikahan yang sebenarnya? Jangan menerka-nerka dulu sebelum membaca ulasan berikut ini.

https://www.pinterest.ru/

Menikah Itu Sulit, Benarkah?

Apakah menikah itu sulit? Di zaman seperti sekarang ini, orang-orang berpikiran bahwa “menikah” identik dengan rintangan, masalah, dan kesulitan.

Masalah pertama yang muncul dalam pernikahan adalah masalah keuangan dan ekonomi. Namun kenyataannya, banyak masalah dan kesulitan yang hadir dalam pernikahan. Bahkan sebelum melangsungkan pernikahan.

Lantas, apakah mereka yang lajang diperbolehkan memilih untuk tidak menikah?

Menikah merupakan penyempurna setengah agama Allah. Dengan menikah, itu berarti bahwa kita sudah menjalankan separuh kewajiban sebagai hamba Allah.

Lalu, bolehkah kita tidak menikah hanya demi menghindari masalah dan kesulitan? Berpikirlah dengan bijak. Terkadang, mendengar pandangan mereka yang sudah menikah tentang beban hidupnya, tidak semestinya menjadi alasan untuk tidak menikah. Karena setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda.

Percayalah bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang ikhlas dalam beribadah. Jadi, niatkanlah menikah itu “lillahi ta’ala”. Sehingga, sesulit apapun kisah pernikahan Anda, Allah akan mempermudah segalanya.

Kesulitan dalam Pernikahan Terkadang adalah “Mainan Pikiran”

Sebenarnya, masalah rumah tangga itu adalah mainan pikiran. Bisa saja Anda terlalu memusingkan hal-hal yang belum terjadi atau membesar-besarkan masalah yang spele.

Keegoisan, kebiasaan yang salah, hingga ketidaktahuan semestinya menjadi wadah untuk belajar dan saling memperbaiki diri. Sandarkan pernikahan Anda pada syariat Islam. Imani bagaimana Allah menetapkan standar, kriteria, dan cara memilih pasangan dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Nabi Muhammad S.A.W sudah mencontohkan bagaimana semestinya pernikahan itu dilaksanakan. Mulai dari memilih calon yang tepat berdasarkan agamanya, pertunangan, menetapkan mahar, ijab kabul, dan membangun kehidupan pernikahan secara mandiri.

Apa yang Harus Dilakukan Setelahnya?

Walaupun bagaimanapun, rintangan dan kesulitan dalam pernikahan itu nyata adanya. Tugas Anda adalah menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Jika dirasa sulit dalam mengatasinya, Anda bisa mendiskusikan permasalahan tersebut bersama anggota keluarga lainnya yang amanah dan bisa dipercaya.

https://www.pexels.com/

Kenali Masalah Pernikahan!

Sebahagia apapun pernikahan pasti tidak luput dari permasalahan. Tapi, ini bukan berarti akhir dari sebuah pernikahan. Kita harus memahami bahwa itu adalah perjalan dari sebuah kehidupan yang membawa kita menjadi pribadi yang lebih maju.

Masalah keuangan, pendidikan, pembagian tugas rumah tangga, hingga masalah yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar harus dibicarakan dengan pasangan. Sebisa mungkin, dudukkan masalah internal berdua terlebih dahulu.

Keuangan

Meskipun kekayaan bukanlah standar untuk berumah tangga, namun Anda mesti mempersiapkan diri demi menghadapi kebutuhan utama dan kebutuhan dadakan dalam pernikahan nantinya. Setidaknya, Anda sudah memiliki pekerjaan.

Karena, tidak dapat dipungkiri bahwa ketika menikah, Anda akan membutuhkan tempat tinggal, kendaraan, hingga kebutuhan lainnya. Walaupun begitu, Anda harus melewatinya dan tidak boleh menghindari pernikahan dengan alasan takut miskin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

QS. An-Nur 24: 32

Pendidikan

Percaya atau tidak, melanjutkan pendidikan ketika berumah tangga menjadikan menikah itu sulit. Ya, sulit bagi mereka yang tidak bisa mengatur waktu. Namun, tidak dipungkiri bahwa pasangan yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan pernikahan itu sendiri.

Ketentraman, kedamaian, keseimbangan mental dan spiritual akan terwujud jika kita memahami dengan benar kenapa kita harus menikah.

Sekalipun kita sedang menjalani pendidikan, bukan berarti bahwa kita harus berhenti. Coba kompromikan hal ini bersama pasangan dengan mengemukakan sisi positifnya.

Teamwork dalam Pernikahan

Menikah itu sulit ketika beban rumah tangga dilimpahkan hanya kepada satu orang saja. Perlu diingat bahwa pernikahan itu tentang kerja sama. Bagaimana Anda dan pasangan bisa membagi pekerjaan tanpa memberatkannya pada satu pihak.

Allah telah menyatakan pahala yang besar bagi suami istri yang saling membantu dalam urusan rumah tangga. Ini akan memupuk cinta kasih, ketergantungan, keharmonisan, dan keseragaman tujuan.

Masalah dari Lingkungan Sekitar

Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan sekitar juga menjadikan pernikahan itu sulit untuk dijalani. Hasutan, iri dan dengki, fitnah, hingga kebencian membuat kita lelah menjalani rumah tangga di lingkungan yang buruk.

Itulah kenapa kita harus mandiri dan berupaya untuk membangun rumah tangga berdua.  Bukan berarti bahwa kita tidak membutuhkan keluarga lainnya. Hanya saja, kita diminta untuk belajar membangun kehidupan yang diinginkan namun tetap sesuai dengan ketentuan Allah.

Nah, itulah ulasan tentang apakah menikah itu sulit. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait, Anda bisa mengajukannya lewat kolom komentar yaaah… Atau, Anda bisa langsung menghubungi call center kelaspranikah.com di +6285711831107.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top